SELAMAT DATANG

Senin, 02 Januari 2012

PENYAKIT PANCA INDRA

WWW.WAWASAN.COM
Alzheimer
Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan,[1] sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.
Risiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.
Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali di tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah.
Pada tahap awal perkembangan Alzheimer, penurunan faktor-faktor risiko vaskular dapat menyulitkan diagnosis sindrom ini, namun mengurangi kecepatan perkembangan demensia.[2]
Bell's palsy
Bell's palsy adalah nama penyakit yang menyerang saraf wajah hingga menyebabkan kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah. Terjadi disfungsi syaraf VII (syaraf fascialis). Berbeda dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan menggerakkan sebagian otot wajah, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup, dsb. Beberapa ahli menyatakan penyebab Bell's Palsy berupa virus herpes yang membuat syaraf menjadi bengkak akibat infeksi. Metode pengobatan berupa obat2an jenis steroid dapat mengurangi pembengkakan.
Kata Bell's Palsy diambil dari nama seorang dokter dari abad 19, Sir Charles Bell, orang pertama yang menjelaskan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada saraf wajah.
Leukoaraiosis
Leukoaraiosis (bahasa Inggris: Leukoaraiosis, leukoencephalopathy, White matter changes, WMC) adalah perubahan pada bagian ganglia basal dari otak besar, yang dapat dideteksi dengan penggunaan peralatan radiologi seperti CT atau MRI.[1] Dengan pemeriksaan radiologi, prognosis WMC ditemukan pada 44% penderita stroke atau transient ischemic attack, 50% pada penderita demensia vaskular.[2] WMC juga sering terjadi pada penderita infark lakunar, deep intracerebral hemorrhages, cerebral autosomal dominant arteriopathy with subcortical infarcts, cerebral amyloid angiopathy.[3]
WMC dapat disebabkan oleh hipoperfusi atau iskemia pada otak, khususnya pada area sub-cortical dari ganglia basal.[4] Simtoma tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko yang memperburuk kondisi WML, terutama karena tekanan sistolik yang berlebihan.[5] Pada percobaan dengan menggunakan hewan, terjadi kerusakan mielin pada neuron ganglia basal saat terjadi hipoperfusi WMC.[
Penyakit Parkinson
Penyakit Parkinson (bahasa Inggris: paralysis agitans, Parkinson disease) adalah penyakit degeneratif syaraf yang pertama ditemukan pada tahun 1817 (An Essay on the Shaking Palsy) oleh Dr. James Parkinson. dengan adanya tremor pada saat beristirahat, kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot. Parkinson menyerang sekitar 1 di antara 250 orang yang berusia diatas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia diatas 65 tahun.
Hidrosefalus
Hidrosefalus (kepala-air, istilah yang berasal dari bahasa Yunani: "hydro" yang berarti air dan "cephalus" yang berarti kepala; sehingga kondisi ini sering dikenal dengan "kepala air") adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.
Katarak
Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata. Lensa mata normal transparan dan mengandung banyak air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel-sel baru pada lensa akan selalu terbentuk, banyak faktor yang dapat menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak akan bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirim melalui saraf optik ke otak.
Pterigium
Pterigium merupakan penyakit mata yang ditandai dengan adanya pertumbuhan daging di kornea mata. Daging tersebut merupakan konjungtiva (membran yang menyelimuti bagian putih mata) yang tumbuh tidak normal ke dalam kornea. Pterigium bisa berukuran kecil atau bisa pula tumbuh membesar dan mengganggu penglihatan.
Gloukoma
Glaukoma merupakan kelainan mata yang dicirikan dengan rusaknya saraf optik yang berfungsi untuk membawa pesan-pesan cahaya dari mata ke otak. Kerusakan saraf optik ini disebabkan oleh kelebihan cairan humor yang mengisi bagian dalam bola mata. Cairan mata yang diproduksi oleh jaringan-jaringan di depan bola mata ini sebenarnya berfungsi untuk membawa makanan untuk kornea dan lensa mata.
Mata Minus ( MIOPIA )
Miopia atau sering disebut cadok adalah jenis kelainan mata yang menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat benda dari jarakjauh dengan baik. Miopia sering disertai dengan gangguan mata silindris (astigmatis). Kelainan ini timbul dari dalam atau dibawa sejak seseorang masih kecil. Miopia umum ditemukan di seluruh dunia. Di negara maju, persentase pendudukyang menderita miopia biasanya lebih tinggi.
Hipermetropia (MATA PLUS)
Hipermetropia adalah jenis kelainan mata yang menyebabkan penderitanya dapat melihat dari jarak jauh dengan lebih baik daripada dari jarak dekat. Disebut pula dengan mata plus, rabun dekat, dan hiperopia. Hipermetropia umumnya muncul Astigmatis (SILINDRIS)
Astigmatis adalah ketidakteraturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat tidak terpusatkannya sinar cahaya pada satu titik di selaput jala (retina) mata
Penyakit kulit
Penyakit kulit sering terjadi dilingkungan sekitar kita hal tersebut membuat kita menjadi resah akan menjadi korbannya. Penyakit kulit terjadi karena beberapa hal :
Alergi
Gagalnya fungsi pengeluaran racun keluar dari tubuh
Kegagalan metabolisme tubuh
Cuaca dingin dan kering
Kekurangan nutrisi
Banyak macam dari penyakit kulit seperti:
1. Bisul
Penyakit kulit ini menunjuk pada sebuah peradangan kulit, yang menghasilkan jerawat-jerawat dan terkadang disertai dengan keluarnya cairan bening. Ini adalah gangguan kulit yang paling kronis. Eksim pada intinya adalah sebuah penyakit menular akibat dari kondisi tubuh yang teracuni.
Jika terkena bayi maka hasilnya akan serius tetapi akan mudah ditangani jika orang sudah dewasa. Eksim bisa menyebabkan gatal, kulit kering dan pecah. Ini dikenal dengan nama atopic dermatis dan gejala umumnya terlihat pada tangan, pergelangan tangan, lengan, leher, wajah, dada atas dan belakang lutut.
2. Panu
Penyakit ini dikarenakan jamur yang tumbuh di bagian kulit
3. Kudis
Rimpang lengkuas ditambah bawang putih sebanyak 4 kali rimpang ditumbuk halus dan dijadikan bubur (pasta). Tempelkan pasta tersebut di tempat yang sakit. Untuk kurap menahun, tambahkan sedikit cuka ke pasta tersebut. Selain itu, rimpang segar yang dicacah sampai timbul seratnya dan diberi sedikit cuka dapat digunakan untuk menggosok panu di kulit.
4. Cacar Air
Cacar Air adalah penyakit umum yang banyak di temui di Indonesia, penyakit ini sering sekali di derita oleh anak-anak terutama usia 2-8 tahun, namun banyak juga orang dewasa yang terkena penyakit ini. Cacar air dapat pula menimbulkan bekas yang sanggat mengganggu di bagian2 tubuh terutama wajah, bekas cacar air yang menahun akan sulit hilang dan menimbulkan rasa kurang percaya diri pada penderitanya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar