SELAMAT DATANG

Rabu, 14 November 2012

kliping bahasa indonesia


KLIPING BAHASA INDONESIA
KELAS XI





PERKEMBANGAN
BERBAGAI BENTUK
SASTRA  INDONESIA
























DISUSUN OLEH :
ABDUL LATIF

KELAS XI IPA









PERKEMBANGAN BERBAGAI BENTUK SASTRA  INDONESIA

A. Mendeskripsikan Ragam Karya Sastra Indonesia , dan Memaparkan Pengarang Penting pada Setiap Periode (Puisi, Prosa, Drama)

Ragam karya sastra Indonesia menurut bentuknya terdiri atas puisi, prosa, prosa liris, dan drama. Masing-masing ragam karya sastra Indonesia dari setiap periode itu mengalami perkembangan sehingga menimbulkan ciri khas.

Beberapa orang penelaah sastra Indonesia telah mencoba membuat babakan waktu (periodisasi sastra) sejarah sastra Indonesia. Salah satunya adalah H.B. Jassin. Periodisasi sastra yang dikemukakan H.B.Jassin adalah Sastra Melayu dan Sastra Indonesia Modern.


1. P E R I O D E  S A S T R A  M E L A Y U

a. P R O S A  D A N  P U I S I

Sastra Melayu muncul sejak bahasa Melayu itu sendiri muncul pertama kali. Bahasa Melayu berasal dari daerah Riau dan Malaka, berkembang dan menyebar ke seluruh pelosok nusantara dibawa oleh pedagang. Pada ragam karya sastra puisi, Sastra Melayu yang pertama berbentuk mantera, pantun, syair. Kemudian, bermunculan pantun kilat (karmina), seloka, talibun, dan gurindam. Sedangkan pada ragam karya sastra prosa, Sastra Melayu yang pertama berbentuk cerita-cerita pelipur lara, dan dongeng-dongeng. Dongeng meliputi legenda, sage, fabel, parabel, mite, dan cerita jenaka atau orang-orang malang/pandir.Bahkan, ragam karya sastra melayu ada yang berbentuk hikayat, tambo, cerita berbingkai, dan wiracarita (cerita panji). Pada cerita dongeng sering isinya mengenai cerita kerajaan (istanasentris) dan fantastis. Kadang-kadang cerita tersebut di luar jangkuan akal manusia (pralogis).

Sebelum masyarakat Melayu mengenal tulisan, karya-karya sastra tersebut disampaikan secara lisan kurang lebih tahun 1500. Penyebarannya hanya dari mulut ke mulut dan bersifat statis. Namun, setelah masyarakat Melayu mengenal tulisan, karya-karya tersebut mulai dituliskan oleh para ahli sastra masa itu tanpa menyebut pengarangnya dan tanggal penulisannya (anonim).

Sastra Melayu sangat dipengaruhi oleh sastra Islam sehingga banyak terdapat kata-kata yang sukar karena jarang didengar. Alat penyampainya adalah bahasa Arab-Melayu dengan huruf Arab gundul sehingga sering menimbulkan bahasa yang klise. Di sisi lain, karya-karya sastra yang dihasilkan selalu berisikan hal-hal yang bersifat moral, pendidikan, nasihat, adat-istiadat, dan ajaran-ajaran agama. Cara penulisannya pun terkungkung kuat oleh aturan-aturan klasik, terutama puisi. Aturan-aturan itu meliputi masalah irama, ritme, persajakan atau rima yang teratur
b. D R A M A

Drama di tanah air sudah hidup sejah zaman Melayu. Bahasa yang digunakan masyarakat Melayu pada waktu itu adalah bahasa Melayu Pasar (bahasa Melayu Rendah). Rombongan drama yang terkenal pada masa ini adalah Komedie Stamboel. Komedie Stamboel ini didirikan oleh August Mahieu, Yap Goan Tay, dan Cassim. Kemudian, Komedie ini pecah menjadi Komedie Opera Stamboel, Opera Permata Stamboel, Wilhelmina, Sianr Bintang Hindia.

2. P E R I O D E  S A S T R A  I N D O N E S I A  M O D E R N

Sastra Indonesia modern adalah sastra yang berkembang setelah pertemuan dengan kebudayaan Eropa dan mendapat pengaruh darinya.


Sastra Indonesia Modern terbagi atas:

a. A N G K A T A N 20 ( B A L A I P U S T A K A )

Angkatan 20 disebut juga angkatan Balai Pustaka. Balai Pustaka merupakan nama badan yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1908. Badan tersebut sebagai penjelmaan dari Commissie voor De Volkslectuur atau Komisi Bacaan Rakyat.Commissie voor De Volkslectuur dibentuk pada tanggal 14 April 1903. Komisi ini bertugas menyediakan bahan-bahan bacaan bagi rakyat Indonesia pada saat itu.

Untuk memperoleh bacaan rakyat, komisi menempuh beberapa cara, yaitu:

(1). Mengumpulkan dan membukukan cerita-cerita rakyat atau dongeng-dongeng yang tersebar di kalangan rakyat. Naskah ini diterbitkan sesudah diubah atau disempurnakan.

(2). Menterjemahkan atau menyadur hasil sastra Eropa.

(3). Menerima karangan pengarang-pengarang muda yang isinya sesuai dengan keadaan hidup sekitarnya.

Naskah-naskah tersebut menggunakan bahasa Melayu dan bahasa-bahasa daerah lainnya, serta berupa bacaan anak-anak, bacaan orang dewasa sebagai penghibur dan penambah pengetahuan. Pada tahun 1917 Komisi Bacaan Rakyat barubah namanya menjadi Balai Pustaka.

Balai Pustaka menyelenggarakan penerbitan buku-buku dan mengadakan taman-taman perpustakaan, dan menerbitkan majalah.. Penerbitan majalah dilakukan satu atau dua minggu sekali. Adapun majalah-majalah yang diterbitkan yaitu:

(1). Sari Pustaka (dalam Bahasa Melayu, 1919)

(2). Panji Pustaka (dalam Bahasa Melayu, 1923)

(3). Kejawen (dalam Bahasa Jawa)

(4). Parahiangan (dalam Bahasa Sunda)

Ketiga majalah yang terakhir itu terbit sampai pemerintah Hindia Belanda runtuh.

Lahirnya Balai Pustaka sangat menguntungkan kehidupan dan perkembangan sastra di tanah air baik bidang prosa, puisi, dan drama. Peristiwa- peristiwa sosial, kehidupan adat-istiadat, kehidupan agama, ataupun peristiwa kehidupan masyarakat lainnya banyak yang direkam dalam buku-buku sastra yang terbit pada masa itu.

Lahirnya angkatan 20 (Balai Pustaka) mempengaruhi beberapa ragam karya sastra, diantaranya:
Naskah drama yang pertama kali ditulis berjudul Lelakon Raden Beij Soerio Retno. Lakon drama ini ditulis oleh F. Wiggers tahun 1901
Dengan demikian, ciri-ciri angkatan 20 pada ragam karya sastra prosa:

(1). Menggambarkan pertentangan paham antara kaum muda dan kaum tua.

(2). Menggambarkan persoalan adat dan kawin paksa termasuk permaduan.

(3). Adanya kebangsaan yang belum maju masih bersifat kedaerahan.

(4). Banyak menggunakan bahasa percakapan dan mengakibatkan bahasa tidak terpelihara kebakuannya.

(5). Adanya analisis jiwa.

(6). Adanya kontra pertentangan antara kebangsawanan pikiran dengan kebangsawanan daerah.

(7). Kontra antarpandangan hidup baru dengan kebangsawanan daerah.

(8). Cerita bermain pada zamannya.

(9). Pada umumnya, roman angkatan 20 mengambil bahan cerita dari Minangkabau, sebab pengarang banyak berasal dari daerah sana.

(10). Kalimat-kalimatnya panjang-panjang dan masih banyak menggunakan perbandingan-perbandingan, pepatah, dan ungkapan-ungkapan klise.

(11). Corak lukisannya adalah romantis sentimentil. Angkatan 20 melukiskan segala sesuatu yang diperjungkan secara berlebih-lebihan
b. A N G K A T A N 33 ( P U J A N G G A B A R U )

Nama angkatan Pujangga Baru diambil dari sebuah nama majalah sastra yang terbit tahun 1933. Majalah itu bernama Pujangga Baroe. Majalah Pujangga Baru dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Amir Hamzah, Sanusi Pane, dan Armijn Pane. Keempat tokoh tersebutlah sebagai pelopor Pujangga Baru.

Angkatan Pujangga Baru disebut Angkatan Tiga Puluh. Angkatan ini berlangsung mulai 1933 – 1942 (Masa penjajahan Jepang). Karya-karya sastra yang lahir dalam angkatan ini mulai memancarkan jiwa yang dinamis, individualistis, dan tidak terikat dengan tradisi, serta seni harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Di samping itu, kebudayaan yang dianut masyarakat adalah kebudayaan dinamis. Kebudayaan tersebut merupakan gabungan antara kebudayaan barat dan kebudayaan timur sehingga sifat kebudayaan Indonesia menjadi universal.
Dengan demikian, ciri-ciri angkatan 33 ini yaitu:

(1). Tema utama adalah persatuan.

(2). Beraliran Romantis Idialis.

(3). Dipengaruhi angkatan 80 dari negeri Bewlanda.

(4). Genre sastra yang paling banya adalah roman, novel, esai, dan sebagainya.

(5). Karya sastra yang paling menonjol adalah Layar Terkembang.

(6). Bentuk puisi dan prosa lebih terikat oleh kaidah-kaidah.

(7). Isi bercorak idealisme

(8). Mementingkan penggunaan bahasa yang indah-indah
(3). A N G K A T A N 4 5

Angkatan 45 disebut juga sebagai Angkatan Chairil Anwar atau angkatan kemerdekaan. Pelopor Angkatan 45 pada bidang puisi adalah Chairil Anwar, sedangkan pelopor Angkatan 45 pada bidang prosa adalah Idrus. Karya Idus yang terkenal adalah Corat-Coret di Bawah Tanah
Karya-karya yang lahir pada masa angkatan 45 ini sangat berbeda dari karya sastra masa sebelumnya. Ciri khas angkatan 45 ini yaitu bebas, individualistis, universalistik, realistik, futuristik.

Karya sastra pada masa angkatan 45 ini adalah Deru Campur Debu (kumpulan puisi, 1949), Kerikil Tajam dan Yang Terempas dan Yang Luput (kumpulan puisi, 1949), Tiga Menguak Takdir (kumpulan puisi, 1950). Ketiga karya tersebut diciptakan oleh Chairil Anwar. Di samping itu, karya sastra angkatan 45 lain adalah Surat Kertas hijau (kumpulan puisi) karya Sitor Sitomorang, Bunga Rumah Makan (drama) karya Utuy Tatang Sontani, Sedih dan Gembira (drama) karya Usmar Ismail, Surat Singkat Tentang Essai (buku kumpulan Essai) karya Asrul Sani, Kesusasteraan Indonesia Modern Dalam Kritik dan Essai (Kupasan kritik dan essai tentang sastra Indonesia) karya H.B.Jassin, Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma (kumpulan cerpen) karya Idrus, Atheis (roman) karya Achdiat Karta Miharja, Chairil anwar
pelopor Angkatan 45 (essai) karya H.B.Jassin, dan sebagainya.


(4). A N G K A T A N 66

Nama angkatan 66 dikemukakan oleh H.B.Jassin. Angkatan 66 muncul di tengah-tengah keadaan politik bangsa Indonesia yang sedang kacau. Kekacauan politik itu terjadi karena adanya teror PKI. Akibat kekacauan politik itu, membuat keadaan bangsa Indonesia kacau dalam bidang kesenian dan kesusatraan. Akibatnya kelompok lekra di bawah PKI bersaing dengan kelompok Manikebu yang memegang sendi-sendi kesenian, kedamaian, dan pembangunan bangsa dan Pancasila.

Ciri-ciri Angkatan 66, yaitu tema protes sosial dan politik, bercorak realisme, mementingkan isi, dan memperhatikan nilai estetis. Karya sastra yang paling dominan pada angkatan 66 ini adalah puisi yang berbau protes.

Beberapa karya sastra pada masa angkatan 66 antara lain Tirani (kumpulan puisi) karya Taufik Ismail, Pahlawan Tak dikenal (kumpulan puisi) karya Toto sudarto Bachtiar, Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan puisi) karya W.S. Rendra, Malam Jahanam (drama) karya Motinggo Busye, Kapai-Kapai (drama) karya Arifin C.Noer, Perjalanan Penganten (kisah) karya Ajip Rosidi, Seks sastra kita (Essai) karya Hartoyo Andang Jaya, Pagar Kawat berduri (roman) karya Toha Mohtar, Pelabuhan Hati (roman) karya Titis Basino, Pulang (novel) karya Toha Mochtar, Robohnya Surau Kami (Cerpen) karya A.A. Navis, Merahnya Merah, Koong, Ziarah (novel) karya Iwan simatupang, Burung-Burung Manyar (novel) karya Y.B. Mangunwijaya, Harimau-Hariamau (novel ) karya Mochtar lubis, Hati Yang Damai, Dua Dunia, Pada Sebuah Kapal, La Barka, Namaku Hiroko (novel) karya N.H. Dini.
B. Menjelaskan Perkembangan Ragam Karya Sastra (Puisi, Prosa, Drama) yang Dominan Dipengaruhi oleh Aliran Kesusastraan Dalam Periode Tertentu.

Ragam karya sastra Indonesia baik prosa, puisi, maupun drama mengalami perkembangan cukup pesat. Mulai dari sastra Indonesia lama sampai ke sastra Indonesia modern.Para pengarangnya pun makin lama makin bertambah banyak. Semakin banyaknya karya dan pengarang yang bermunculan, semakin pula isi karya tersebut memiliki corak jiwa hasil seni tersendiri, terutama periode Sastra Indonesia Modern. Karya-karya pada periode Sastra Indonesia Modern ini banyak yang mendapatkan pengaruh kebudayaan Eropa.Corak jiwa hasil seni inilah yang dituangkan dalam bentuk aliran.

Ada beberapa aliran dalam sastra yang dominan mempengaruhi ragam karya Sastra di Indonesia, diantaranya:

1. Aliran Realisme yaitu aliran yang selalu berusaha melukiskan keadaan atau peristiwa sesuai dengan kenyataan dan selalu mengungkapkan hal-hal yang baik atau tidak membuat orang tersinggung. Karya sastra angkatan 45 baik puisi maupun prosa banyak dipengaruhi oleh aliran realisme. Contoh:

PENERIMAAN

Chairil Anwar 2. Aliran Naturalisme yaitu suatu aliran yang melukiskan sesuatu apa adanya tetapi selalu memandang kepada hal-hal yang bersifat buruk atau mesum baik memilih bahan dari masyarakat yang bobrok/mesum maupun baha s/cara melukiskan kasar, tanpa melihat kesusilaan.

Contoh: Surabaya (novel) oleh Idrus

Belenggu (roman) oleh Armyn Pane

Pada Sebuah Kapal karya NH. Dini


3. Aliran Neo-naturalisme yaitu aliran yang tidak hanya menceritakan sesuatu yang buruk saja, tetapi yang baik pun tidak dilupakan sehingga masih terdapat di dalamnya perasaan perikemanusiaan.

Contoh: Raumanen karya Marianne Katopo

Katak Hendak Jadi Lembu karya Nur Sutan Iskandar

Keluarga Permana karya Ramadhan KH

Atheis karya Ahcdiat K. Miharja


4. Aliran Ekspresionisme yaitu aliran yang selalu menekankan pada segenap perasaan atau jiwa sepenuhnya (adanya aku atau subyek). Kalimat yang digunakan tidak panjang-panjang tetapi kalimat pendek berisi dan seringkali menggunakan kalimat yang hanya terjadi dari satu patah kata saja.

Contoh: puisi-puisi Subagio Sastrowardoyo, Toto Sudarto Bachtiar, Sutarji Colzum Bahri, beberapa karya Chairil Anwar.
5. Aliran Impresionisme yaitu suatu aliran yang melukiskan sesuatu berdasarkan kesan-kesan sepintas saja dari peristiwa atau kejadian yang dilihat/ditemui pengarang dalam kehidupan nyata.Pengarang hanya mengambil bagian yang penting-penting saja.

Contoh:

NGARAI SIANOK 6. Aliran Determinisme yaitu suatu aliran yang melukiskan peristiwa dari sudut paksaan nasib (sudut jeleknya) dan nasib itu sendiri ditentukan oleh keadaan masyarakat sekitar, kemiskinan, penyakit, darah keturunan, dalam hubungan sebab akibat. Contoh: puisi dan prosa angkatan 66, Belenggu karya Armyn Pane, Neraka Dunia karya Nur Sutan Iskandar.


7. Aliran Surealisme yaitu suatu aliran yang melukiskan sesuatu secara berlebihan yang terkadang sulit diikuti dan dipahami oleh pembaca.

Contoh: Bip-Bop (drama) karya W.S.Rendra, Lebih Hitam dari Hitam (cerpen) karya Iwan Simatupang, Pot (puisi) karya Sutarji Colzum Bahri, Berhala (novel) karya Toto Sudarto Bachtiar. 8. Aliran Romatisme yaitu suatu aliran yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil dan penuh perasaan.

Contoh: Di Bawah Lindungan Kabah (roman) karya HAMKA, Dian Yang Tak Kunjung Padam (Roman) karya Sutan Takdir Alisyahbana, Layar terkembang (roman) karya Sutan Takdir Alisyahbana, Ziarah (novel) karya Iwan Simatupang.


9. Aliran Idealisme yaitu suatu aliran yang melukiskan hal-hal utuh tentang gagasan, cita-cita atau pendiriannya.


Contoh:

AKU 10. Aliran Simbolisme yaitu suatu aliran yang selalu menggunakan simbol-simbol atau isyarat-isyarat guna menutup kebenaran atau maksud yang sesungguhnya.

Contoh: Tinjaulah Dunia Sana karya Nursyamsu, Radio Masyarakat (cerpen) karya Rosihan Anwar, dan sebagainya.


11. Aliran Psikologisme yaitu suatu aliran yang selalu menekankan pada aspek-aspek kejiwaan.

Contoh: Atheis (roman) karya Achdiat K. Miharja, Burunng-burung Manyar (roman) karya YB. Mangunwijaya, Merahnya Merah (novel) karya Iwan Simatupang, Telegram karya Putu Wijaya.


12.Aliran Didaktisme yaitu suatu aliran yang selalu menekankan pada aspek-aspek pendidikannya.

Contoh:

Salah asuhan (roman) karya Abdoel Muis, Karena Kerendahan Budi (novel) karya HSD Muntu, Syair Perahu (syair) karya Hamzah Fansuri.




















Sejarah Perumusan pancasila
Sejarah Perumusan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rumusan-rumusan Pancasila

Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :

* Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.[1]
* Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:

Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :

* Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
* Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
* Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
* Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
* Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)

Senin, 15 Oktober 2012

5.120: Narrated Ghailan bin Jarir: I asked Anas, "Tell me about the name 'Al−Ansar.; Did you call yourselves by it or did Allah call you by it?" He said, "Allah called us by it." We used to visit Anas (at Basra) and he used to narrate to us the virtues and deeds of the Ansar, and he used to address me or a person from the tribe of Al−Azd and say, "Your tribe did so−and−so on such−and−such a day." 5,120: Dikisahkan Ghailan bin Jarir: ".? Ceritakan tentang nama 'Al-Ansar, Apakah Anda menyebut diri sendiri dengan itu atau apakah Allah memanggil Anda dengan itu" Aku bertanya Anas, Dia berkata, "Allah memanggil kami dengan itu." Kami digunakan untuk mengunjungi Anas (di Basra) dan ia digunakan untuk menceritakan kepada kami kebajikan dan perbuatan Ansar, dan dia digunakan untuk mengatasi saya atau seseorang dari suku Al-Azd dan berkata, "suku Anda melakukannya-dan -seterusnya seperti-dan-hari seperti ini. "
5.121: Narrated `Aisha: The day of Bu'ath (i.e. Day of fighting between the two tribes of the Ansar, the Aus and Khazraj) was brought about by Allah for the good of His Apostle so that when Allah's Apostle reached (Medina), the tribes of Medina had already divided and their chiefs had been killed and wounded. So Allah had brought about the battle for the good of H is Apostle in order that they (i.e. the Ansar) might embrace Islam. 5.121: Dikisahkan `Aisha: Hari Bu'at (yaitu hari pertempuran antara dua suku Ansar, yang Aus dan Khazraj) itu dibawa oleh Allah untuk kebaikan Rasul-Nya sehingga ketika Rasul Allah mencapai (Madinah) , suku Madinah sudah dibagi dan pemimpin mereka telah tewas dan terluka. Jadi Allah telah membawa pertempuran untuk kebaikan H adalah Rasul agar mereka (yaitu Ansar) mungkin memeluk Islam.

5.122: Narrated Anas: On the day of the Conquest of Mecca, when the Prophet had given (from the booty) the Quraish, the Ansar said, "By Allah, this is indeed very strange: While our swords are still dribbling with the blood of Quraish, our war booty are distributed amongst them." When this news reached the Prophet he called the Ansar and said, "What is this news that has reached me from you?" They used not to tell lies, so they replied, "What has reached you is true." He said, "Doesn't it please you that the people take the booty to their homes and you take Allah's Apostle to your homes? If the Ansar took their way through a valley or a mountain pass, I would take the Ansar's valley or a mountain pass."
5,122: Dikisahkan oleh Anas: Pada hari Penaklukan Mekkah, ketika Nabi telah memberikan (dari barang jarahan) Quraisy, Ansar mengatakan, "Demi Allah, ini memang sangat aneh: Meskipun pedang kami masih menggiring bola dengan darah Quraisy, rampasan perang kami didistribusikan di antara mereka. " Ketika berita ini sampai Nabi ia disebut Ansar dan berkata, "Apa ini berita yang telah sampai kepadaku dari kamu?" Mereka digunakan untuk tidak berbohong, sehingga mereka menjawab, "Apa yang telah mencapai Anda benar." Dia berkata, "Bukankah itu menyenangkan Anda bahwa orang mengambil barang jarahan ke rumah mereka dan Anda mengambil Rasul Allah ke rumah Anda? Jika Ansar mengambil jalan melalui sebuah lembah atau melewati gunung, saya akan mengambil lembah Anshar atau gunung lulus. "
5.123: Narrated Abu Huraira: The Prophet or Abul−Qasim said, "If the Ansar took their way through a valley or a mountain pass, I would take Ansar's valley. And but for the migration, I would have been one of the Ansar." Abu Huraira used to say, "The Prophet is not unjust (by saying so). May my parents be sacrificed for him, for the Ansar sheltered and helped him," or said a similar sentence. 5,123: Dikisahkan oleh Abu Huraira: Nabi atau Abul-Qasim berkata, "Jika Ansar mengambil jalan melalui sebuah lembah atau melewati gunung, saya akan mengambil lembah Anshar Dan tetapi untuk migrasi, saya akan menjadi salah satu Ansar.. " Abu Huraira pernah berkata, "Nabi adalah tidak adil (dengan mengatakan begitu) Semoga orang tua saya harus dikorbankan untuknya, untuk Ansar terlindung dan membantunya,." Atau mengucapkan kalimat yang sama.
5.124: Narrated Sa`d's father: When the emigrants reached Medina. Allah's Apostle established the bond of fraternity between `Abdur−Rahman and Sa`d bin Ar−Rabi. Sa`d said to `Abdur−Rahman, "I am the richest of all the Ansar, so I want to divide my property (between us), and I have two wives, so see which of the two you like and tell me, so that I may divorce her, and when she finishes her prescribed period (i.e. 'Idda) of divorce, then marry her." `Abdur−Rahman said, "May Allah bless your family and property for you; where is your market?" So they showed him the Qainuqa' market. (He went there and) returned with a profit in the form of dried yogurt and butter. He continued going (to the market) till one day he came, bearing the traces of yellow scent. The Prophet asked, "What is this (scent)?" He replied, "I got married." The Prophet asked, "How much Mahr did you give her?" He replied, "I gave her a date−stone of gold or a gold piece equal to the weight of a date−stone." (The narrator, Ibrahim, is in doubt as to which is correct.) 5,124: Dikisahkan ayah Sa `s d': Ketika emigran mencapai Madinah. Rasul Allah membentuk ikatan persaudaraan antara `Abdur-Rahman dan Sa` d bin Ar-Rabi. Sa `d berkata kepada` Abdurrahman, "Aku adalah terkaya dari semua Ansar, jadi saya ingin membagi properti saya (antara kami), dan saya punya dua istri, jadi melihat mana dari dua yang Anda sukai dan katakan padaku, sehingga saya bisa menceraikannya, dan ketika dia selesai jangka waktu yang ditentukan nya (yaitu 'Idda) perceraian, kemudian menikahinya. " `Abdur-Rahman mengatakan," Semoga Allah memberkati keluarga Anda dan properti untuk Anda, di mana pasar Anda? " Jadi mereka menunjukkan padanya pasar Qainuqa '. (Dia pergi ke sana dan) kembali dengan keuntungan dalam bentuk yogurt kering dan mentega. Dia terus pergi (ke pasar) sampai suatu hari ia datang, membawa jejak aroma kuning. Nabi bertanya, "Apa ini (aroma)?" Dia menjawab, "Saya menikah." Nabi bertanya, "Mahr Berapa banyak yang Anda berikan padanya?" Dia menjawab, "Aku memberinya tanggal-batu emas atau sepotong emas sama dengan berat batu-tanggal." (Narator, Ibrahim, yang ragu-ragu untuk yang benar.)
5.125: Narrated Anas: When `Abdur−Rahman bin `Auf came to us, Allah's Apostle made a bond of fraternity between him and Sa`d bin Ar−Rabi` who was a rich man, Sa`d said, "The Ansar know that I am the richest of all of them, so I will divide my property into two parts between me and you, and I have two wives; see which of the two you like so that I may divorce her and you can marry her after she becomes lawful to you by her passing the prescribed period (i.e. 'Idda) of divorce. `Abdur Rahman said, "May Allah bless you your family (i.e. wives) for you." (But `Abdur−Rahman went to the market) and did not return on that day except with some gain of dried yogurt and butter. He went on trading just a few days till he came to Allah's Apostle bearing the traces of yellow scent over his clothes. Allah's Apostle asked him, "What is this scent?" He replied, "I have married a woman from the Ansar." Allah's Apostle asked, "How much Mahr have you given?" He said, "A date−stone weight of gold or a golden date−stone." The Prophet said, "Arrange a marriage banquet even with a sheep." 5,125: Dikisahkan oleh Anas: Ketika `Abdur-Rahman bin` Auf datang kepada kami, Rasul Allah membuat ikatan persaudaraan antara dia dan Sa `d bin Ar-Rabi` yang merupakan orang kaya, Sa `d berkata," Ansar The tahu bahwa saya yang terkaya dari semua itu, jadi saya akan membagi properti saya menjadi dua bagian antara Aku dan kamu, dan saya memiliki dua istri, lihat mana dari dua Anda suka sehingga saya bisa menceraikannya dan Anda dapat menikahinya setelah dia menjadi halal kepada Anda oleh dirinya melewati jangka waktu yang ditentukan (yaitu 'Idda) dari perceraian. `Abdur Rahman berkata," Semoga Allah memberkati Anda keluarga Anda (misalnya istri) untuk Anda. "(Tapi` Abdurrahman pergi ke pasar) dan tidak kembali pada hari itu kecuali dengan beberapa keuntungan yogurt kering dan mentega. Ia pergi pada perdagangan hanya beberapa hari sampai dia datang ke bantalan Rasul Allah jejak aroma kuning atas pakaiannya. Rasul Allah bertanya kepadanya, "Apa aroma ini "Dia menjawab,"? Saya telah menikah dengan seorang wanita dari Ansar "Rasul Allah bertanya," Berapa banyak Mahr telah Anda diberikan? "kata Dia," Sebuah berat tanggal-batu emas atau tanggal batu-emas "Nabi.. mengatakan, "Aturlah perjamuan pernikahan bahkan dengan seekor domba."
5.126: Narrated Abu Huraira: The Ansar said (to the Prophet ), "Please divide the date−palm trees between us and them (i.e. emigrants)." The Prophet said, "No." The Ansar said, "Let them (i.e. the emigrants) do the labor for us in the gardens and share the date−fruits with us." The emigrants said, "We accepted this."
5,126: Dikisahkan oleh Abu Huraira: Ansar mengatakan (kepada Nabi), "Silakan membagi kurma pohon antara kami dan mereka (yaitu emigran)." Nabi berkata, "Tidak." Ansar mengatakan, "Biarkan mereka (yaitu emigran) melakukan kerja bagi kita di taman dan berbagi tanggal-buah dengan kami." Para emigran mengatakan, "Kami menerima ini."





TUGAS PENJASORKES
LEMPAR CAKRAM






DISUSUN OLEH
INTAN MELA SAPUTRI
KARUNIA SARI
ABDUL LATIF





Lempar Cakram
A.    Sejarah Lempar Cakram 

Berdasarkan cacatan sejarah bahwa lempar cakram adalah salah satu nomor atletik, hal ini dapat kita ketahui dari buku karangan Homerus yang berjudul “Odyssy” pada zaman purba.

Dalam buku Odyssy tersebut menceritakan bahwa gerak gerakan dasar dari atletik adalah jalan, lari, lompat dan lempar yang telah dikenal oleh bangsa primitif pada zaman prasejarah. Bahkan dapat dikatakan sejak adanya manusia, gerak-gerakan itu dikenal. 


Mereka melakukan gerakan jalan, lari, lompat dan lempar semata-mata untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Didalam usaha ini mereka sangat tergantung dari efiiensi jasmaninya. Mereka yang kurang terampil, kurang tahan berjalan, kurang cepat lari, kurang tangkas melompat atau melempar akan mati karena kelaparan atau menjadi mangsa binatang buas bahkan mungkin menjadi korban bencana alam.
Jadi sejak zaman prasejarah, ,manusia telah menyadari akan manfaat ketahanan berjalan jauh, kecepatan lari, ketangkasan melompat dan melempar. Sehingga ada sementara orang yang menganggap atletik adalah cabang olahraga yang tertua.

Bangsa Belanda menyebutnya “Atletik is a moerder der sporten” yang artinya atletik adalah induk dari semua cabang olahraga. Meskipun gerakan dasar atletik ini telah dikenal sejak adanya manusia, tetapi perlombaan atletik termasuk lempar cakram yang pernah dilakukan dalam cacatan sejarah baru terjadi pada zaman purba sekitar 1000 tahun sebelum masehi. Hal ini dapat diketahui dari buku pujangga Yunani yang ditulis oleh Homeros.

Dalam buku ini juga Homeros menceritakan pertualangan Odysseus. Bahwa pada suatu ketika Odysseus terdampar disebuah kepulauan yang kemudian ternyata bernama Phaeacia, rajanya bernama Alcinaus. Setelah Odysseus dibawa menghadap baginda maka diadakan penyambutan yang meriah. Dalam acara itu diadakan serangkaian perlombaan.pemuda-pemuda Phaeacia yang mempertujukan kemahirannya dalam lomba lari cepat, gulat, lompat, tinju, dan lempar cakram.

Setelah rangkaian ini selesai, raja Aleinaus minta agar Odysseus menberikan demotrasi lempar cakram. Semula Odysseus menolaknya dengan halus, tetapi baginda mendesaknya dengan alasan agar pumuda Phaeacia dapat menyaksikan bagaimana cara melempar cakram yang sempurna, maka permintaan raja terpaksa dipenuhi. Tanpa melepaskan pakaian perangnya yang terbuat dari logam itu, Odysseus bangkit minta ijin kepada baginda, kemudian masuk gelanggang mengambil cakram yang terberat dan dengan gaya termanis melempar cakram itu,cakram melucur dan jatuh jauh dari jarak yang dicapai atlet-atlet dari Phaeacia (Sunaryo Basuki, 1979 : 24).

Dari kutipan buku ini yakin bahwa bangsa Yunani purba telah mengenal atletik, disini terlihat adanya nomor lari, lompat, dan lempar cakram yang merupakan nomor atletik yang kita kenal sampai sekarang ini.

B.    Sejarah Lempar Cakram di Indonesia

Berbicara masalah lempar cakram di Indonesia, kita tidaik bisa pisahkan dengan sejarah atletik. Karena lempar cakram adalah nomor atau bagian dari atletik. Jadi di Indonesia atletik termasuk lempar cakram dikenal lewat bangsa Belanda yang setengah abad lamanya menjajah Negeri Indonesia. Namun demikian atletik termasuk lempar cakram ini tidak dikenal secara luas.

Kemudian pada zaman pendudukan Jepang mulai awal tahun 1942-1945 kegiatan keolahragawan mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dipagi hari semua pelajar dan pegawai diwajibkan melakukan senam. Selain itu diberikan pelajaran beladiri dan atletik termasuk lempar cakram. Tetapi semua aktivitas jasmani yang dilakukan oleh seluruh bangsa Indonesia itu hanya untuk kepentingan orang-orang Jepang sendiri, dalam usaha memenangkan perang (Drs. Aip Syrifuddin, 1998 : 3).

Kemudian setelah Indonesia merdeka perkembangan olahraga termasuk lempar cakram semakin meluas bahkan setiap orang diberikan kesempatan untuk melakukan latihan-latihan atletik termasuk lempar cakram (Drs. Sunaryo Basuki, 1979 : 37).

Dari penjelasan sejarah atletik diatas, maka dalam bab ini penulis akan menguraikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Panjang lengan
  2. Lempar cakram
  3. Pengaruh panjang l;engan terhadap prestasi lempar cakram

C.    Panjang Lengan
Panjang lengan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam olahraga khususnya lempar cakram, karena panjang lengan akan memungkinkan dalam pencapaian prestasi yang maksimal. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa bentuk tubuh atau postur tubuh merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian prestasi yang maksimal (Soeharno H. P. 1985 : 8).

Disamping panjang lengan, dapat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kekuatan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa kekuatan lengan adalah kemampuan kelompok otot-otot lengan untuk dapat mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitas (Drs. Soeharno H. P. 1985 : 224),

Standar yang digunakan untuk mengukur panjang lengan menggunakan meteran baja (Antropometer) yang diukur melalui pangkal persendian bahu yang paling atas sampai ujung jari tengah. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa lengan adalah anggota gerak bagian atas mulai dari gelang bahu sampai ujung jari (Soedarminta, 1994 : 108).

Berdasarkan pendapat diatas, maka hasil pengukuran dapat dibaca sesuai dengan apa yang tertera pada alat ukur. Siswa yang memiliki panjang lengan diatas rata-rata maka dianggap sebagai siswa berlengan panjang, sedangkan siswa yang memiliki panjang lengan dibawah rata-rata diangggap sebagai siswa yang berlengan pendek.

Untuk cabang olahraga atletik khususnya nomor lempar cakram, apabila ada seseoarang yang memiliki lengan panjang kecenderungan akan berpengaruh pada jauhnya lemparan jika didukung oleh kekuatan otot yang baik bila dibandingkan seseorang yang memiliki lengan pendek.

D.    Lempar Cakram
Ada beberapa hal mengenai lempar cakram yang akan diuraikan sebagai berikut :
  1. Pengetian lempar cakram
  2. Tehnik-tehnik lempar cakram
  3. Peraturan dalam lempar cakram


1.    Pengertian lempar cakram
Untuk memahmi pengertian lempar cakram, terlebih dahulu kita memahami pemgertian lempar cakram. Lempar adalah olahraga dengan melempar (lembing, peluru, martil, cakram).(W. J. S. Poerwadarminta, 1976 : 584).
Sedangkan cakram sebuah benda kayu yang berbentuk piring berbingkai sabuk besi (Didi Sugandi, 1986 : 51).
Jadi lempar cakram adalah salah satu nomor lomba dalam atletik yang menggunakan sebuah benda kayu yang berbentuk piring bersabuk besi, atau bahan lain yang bundar pipih yang dilemparkan.

2.    Tehnik-tehnik lempar cakram
a.    Cara memegang cakram
Untuk memudahkan memegangnya, cakram diletakkan pada telapak tangan kiri (bagi pelempar yang tidak kidal) sedangkan telapak tangan kanan diletakkan diatas tengah cakram, keempat jari agak jarang (terbuka) menutupi pinggiran cakram (ruas jari yang terakhir menutupi cakram) sedangkan ibu jari bebas.
b.    Ada dua gaya dalam lempar cakram
•    Gaya samping
Sikap permulaan berdiri miring/menyamping kearah sasaran, sesaat akan memulai berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang, sumbu putaran pada kaki kiri (telapak kaki bagian depan atau ujung) selama berputar lengan kanan selalu di belakang, pada posisi melempar badan merendah lengan kanan di belakang pandangan ke arah sasaran, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan melangkah ke depan berpijak dibekas telapak kaki kiri yang saat itu telah berayun ke belakang.
•    Gaya belakang
Sikap pertama berdiri membelakangi arah lemparan sesaat akan berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang pandangan mulai melirik ke kiri, saat mulai berputar ujung telapak kaki kiri sebagai sumbu dan tolakan kaki kiri itu pula badan meluncur ke arah lemparan, kaki kanan secepatnya diayun memutar ke kiri untuk berpijak, sesaat kaki kanan mendarat kaki kiri dengan cepat pula diayum ke kiri untuk berpijak dan terjadilah sikap lempar, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan segera diayun ke depan dan kaki kiri diayun ke belakang.

Teknik Lempar Cakram Yang Baik.

   Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga athletik. Lempar cakram diperlombakan sejak Olimpiade Pertama tahun 1896 di Athena, Yunani.
   Untuk mencapai jarak maksmum pada lempar cakram, atlet harus menyeimbangkan tiga komponen yaitu kecepatan, teknik dan kekuatan.
Cara Memegang Cakram Yang Benar :* Tempatkan tangan kiri di bawah cakram untuk dukungan.
* Tempatkan tangan kanan di atas cakram.
* Renggangkan setiap jari dengan rata tapi tidak terlalu melebar.
* Ujung jari melingkari pinggiran cakram.
* Mengisi tidak untuk mencengkeram cakram.
* Biarkan cakram untuk beristirahat di sendi pertama dari jari dengan ujung jari atas tepi.

Teknik Melempar Cakram.

Gambar a dan b :- Mengambil sikap sudut bahu melebar dan melakukan ayunan awal.
- Mengatur gerakan agar dapat menyediakan sudut lemparan cakram yang maksimal.
- Berdiri dengan berat badan di tengah.
- Bertumpu pada kaki sebelah kiri.
Gambar c dan d :- Pada saat kaki kanan diangkat di atas tanah berat badan harus di kaki kiri.
- Cakram tetap diatas dan santai, mengikuti dibelakang pinggul.
- Ayunkan kaki kanan melebar pada kaki kiri masuk ke tengah lingkaran.
Gambar e :- Pada landasan putar kaki kanan diatas bola kaki.
- Jaga agar kaki kiri rendah dan cepat.
   
Gambar f :- Cakram terangkat tinggi dan kembali.
- Jaga ketinggian bahu dan seimbang.
- Kaki kanan di menempel di tanah bertujuan untuk tumpuan.
- Jaga agar kaki kiri rendah dan cepat.
Gambar g :- Kekuatan sesungguhnya adalah pada saat kaki kiri membuat kontak dengan tanah.
- Titik lengan kiri di arah lemparan.
- Kaki kanan pivot (titik putar).
- Sisi kiri tubuh adalah menguatkan/menyanggah.
- Mendorong pinggul kanan ke depan.
Gambar h :- Pinggul kanan telah mendorong maju - Perhatikan posisi "busur".
- Lengan kanan kuat dan santai siap untuk melempar.
- Sisi kiri terus tegap dan kuat.
Gambar i :- Gerakkan lengan kanan dengan cepat dan lepas.
- Sudut pelepasan (sudut antara horizontal dan lengan kanan) untuk cakram harus mengambil ke pertimbangan aerodinamis mengangkat dan tarik. Sudut yang optimal untuk cakram adalah sekitar 35 derajat.
- Kaki kiri tetap menempel pada tanah dengan baik sampai cakram dilepaskan.
- Periksa dengan benar ibu jari menunjuk ke depan dan sejalan dengan lengan.


 Spesifikasi Berat Cakram Yang Digunakan.
Spesifikasi berat untuk lempar cakram tergantung dari jenis kelamin dan umur atlet.
LEMPAR CAKRAM
UMUR
JENIS KELAMIN
11-12
13-14
15-16
17-18
DEWASA
WANITA
0.75 kg
1 kg
1 kg
1 kg
1 kg
PRIA
1 kg
1,25 kg
1,5 kg
1,75 kg
2 kg




 
3.    Peraturan dalam lempar cakram
Lempar cakram harus dimulai dengan sikap berdiri seimbang dengan lingkaran lempar tanpa menginjak garis lingkaran. Pelempar tidak boleh meninggalkan lingkaran lempar sebelum juri mengatakan sah posisi berdirinya melalui setengah lingkaran bagian dalam.pelempar boleh menyentuh dinding bagian dalam dari balok batas lemparan tetapi tidak boleh menyentuh bagian atasnya. Lemparan akan diukur dengan lemparan yang ditarik dari bekas jatuhnya cakram yang terdekat ketepi dalam balok. Bila peserta lebih dari 8 orang, maka peserta akan diberi hak melempar sebanyak 3 kali, kemudian akan ditentukan 8 pelempar terbaik untuk mengikuti babak berikutnya (final). Bila peserta lomba 8 orang atau kurang, kesempatan melempar sebanyak 6 kali langsung final.

Lingkaran lemparan tersebut terbuat dari besi, baja atau bahan lain yang sesuai. Bagian atasnya dipasang rata dengan tanah diluarnya. Bagian dalam terbuat dari semen, aspal atau bahan lain yang kokoh tetapi tidak licin permukaannya bagian dalam harus datar lebih rendah 14 mm sampai 26 mm dari sisi atas tepi lingkaran.
Ukuran garis tengah sebelah dalam lingkaran lempar adalah 2,5 m, tebal besi lingkaran lempar 6 mm dan harus dicat putih. Garis putih selebar 5 cm harus ditarik dari bagian atas lingkaran besi sepanjang 75 cm pada kedua sisi lingkaran.

4.    Faktor-fakor yang mempengaruhi prestasi dalam lempar cakram
a.    Faktor internal atau dari dalam atlet
1.    Kesehatan fisik dan mental yang baik
Kita sebagai manusia terbentuk dari unsur jasmani dan rohani, keduanya memegang peranan penting dan tidak dapat dipisah satu dengan yang lainnya karena saling mempengaruhi. Apabila fisik terganggu oleh suatu penyakit maka faktor fsikispun ikut terganggu. Oleh karena itu kesehatan fisik harus selalu dijaga agar tetap dalam keadaan sehat.

Dengan demikian faktor psikis, pemeliharaan dapat dilakukan dengan jalan pemeliharaan suasana lingkungan sehat sehingga pikiran tetap jernih, serta perasaaan tenteram dan sebagainya, menentukan karena segala kegiatan dalm mencapai prestasi memerlukan pembiayaan yang cukup besar.
b.    Faktor-faktor eksternal (dari dalam atlet)
1.    Lingkungan keluarga
Keluarga dapat dinyatakan sebagai suatu kelompok atau unit terkecil dari masyarakat yang didalamnya terdapat hubungan erat antara anggota-anggotanya. Orang tua dalam suatu keluarga mendidik anaknya secara kodrati dengan memberi dorongan.
2.    Latihan
Latihan adalah suatu proses mempersiapkan organisme atlet secara sistematis untuk mencapai mutu, prestasi maksimal dengan diberi beban latihan fisik dan mental yang teratur, terarah, meningkat dan berulang-ulang (Rusli Nursalam, 1990 : 19).

Petunjuk latihan
Pada dasarnya tidak terdapat perbedaan kebutuhan latihan bagi para pelempar, jika terdapat perbedaan hanya terdapat pada latihan tehnis yang dilakukan (Sugito, 1994 : 232).
Secara garis besar disamping kebutuhan latihan untuk meningkatkan kebutuhan tehnik nomor lempar yang dipilih para pelempar membutuhkan latihan-latihan sebagai berikut :
1.    Latihan kekuatan
Pelempar yang ingin berhasil harus mengembangkan kekuatan otot-ototnya dengan latihan beban atau weight training. Prinsip-prinsip weight training adalah kesedian untuk mengulang-ulang apa yang dipelajari. Gerakan dilang berkali-kali sehingga pada akhirnya gerakan-gerakan itu dapat dilaksanakan tanpa memikir, segala sesuatu sudah berlangsung secara otomatis, cepat dan efesien. Latihan harus cukup berat sehingga dapat merangsang adaptasi-adaptasi dalam badan. Latihan yang ringan tidak akan menimbulkan kemajuan dalam kemampuan begitu pula sebaliknya. Latihan-latihan harus ditingkatkan, latihan harus teratur. Pada akhirnya kemampuan berprestasi ini dibatasi oleh bakat yang tersimpan didalam anak (Bambang Wijanarko, 1994 : 113).
Dalam memilih macam latihan hendaknya disesuaikan dengan nomor lempar yang diikuti, pada masa persiapan tahap kedua dapat dilakukan 2 kali dalam seminggu, dan pada masa perlombaan masih dapat dilakukan sekali seminggu.
2.    Latihan kecepatan
Seorang pelempar tidak hanya harus kuat, tetapi juga mampu bergerak dengan cepat. Bagi pelempar, kecepatan akan memberikan kekuatan eksplosif yang sangat berguna untuk meningkat prestasi lempar. Latihan kecepatan bagi para pelempar dapat berupa : lari 30 meter, loncat tegap, jingkat 3 kali dan pul-up.
3.    Latihan daya tahan
Seorang pelempar juga harus mempunyai daya tahan. Ini dapat dicapai dengan latihan gross country serta lari interval.
4.    Latihan kelincahan dan keterampilan
Seorang pelempar harus juga memiliki kelincahan dan keterampilan. Ini dapat dicapai dengan latihan : senam lantai dan senam ketangkasan, loncat tali (rope skiping).


E.    Pengaruh panjang lengan terhadap prestasi lempar cakram

Pengaruh lengan terhadap prestasi lempar pada umumnya sangat besar, ditinjau dari fungsi lengan sebagai penahan, pemegang dan sebagai alat lemparan terakhir dengan gaya lenting. Fungsi lengan dalam lemparan ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan otot lengan adalah kekuatan otot-otot atau kelompok otot untuk mengatasi suatu beban dalam menjalankan suatu aktivitas (Abdul Hamid Syeeh Nur, 1993 : 135).

Makin tinggi dan besar pelempar cakram, makin baik adanya. Pelempar dengan lengan panjang akan lebih menguntungkan daripada berlengan pendek. Sebab lengan yang panjang mempunyai jangkauan ayunan yang lebih jauh (Winarno surachman, 1992 : 20). Menunjukkan bahwa bukti akan kebenaran pendapat diatas. Oleh karena itu para Pembina olahraga khususnya pelempar cakram perlu kiranya memperhatikan postur atau bentuk tubuh merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian preastasi yang maksimal (Soeharno HP, 1985

Seorang yang mempunyai tubuh yang lebih tinggi dan besar sudah jelas mempunyai jangkauan yang lebih jauh daripada yang mempunyai bentuk tubuh pendek yang pada gilirannya tidak akan mampu melempar yang lebih jauh.


Gambar   Lapangan Lempar